Kampung Adat Cikondang-duplicate-1

Kampung Adat Cikondang, tempat wisata yang di jadikan kebudayaan daerah masyarakat di Pangalengan Bandung Jawa Barat. Cikondang adalah nama sebuah kampung di lereng Gunung Tilu yang nyaman dan damai. Secara turun-temurun, masyarakat Kampung Cikondang masih teguh memegang adat istiadat leluhur. Karenanya, kearifan setempat mampu membuat alam sekitarnya lestari.

kampung_adat_cikondang_1
kampung_adat_cikondang_1

Menurut kuncen Kampung Adat Cikondang, konon mulanya di daerah ini ada seke (mata air) yang ditumbuhi pohon besar yang dinamakan Kondang. Oleh karena itu selanjutnya tempat ini dinamakan Cikondang atau kampung Cikondang. Nama itu perpaduan antara sumber air dan pohon Kondang; “ci’ berasal dari kependekan kata “cai’ artinya air (sumber air), sedangkan “kondang’ adalah nama pohon tadi.

Masih menurut penuturan kuncen, untuk menyatakan kapan dan siapa yang mendirikan kampung Cikondang sangat sulit untuk dipastikan. Namun, masyarakat meyakini bahwa karuhun (Leluhur) mereka adalah salah seorang wali yang menyebarkan agama Islam di daerah tersebut. Mereka memanggilnya dengan sebutan Uyut Pameget dan Uyut Istri yang diyakini membawa berkah dan dapat ngauban (melindungi) anak cucunya. Kapan Uyut Pameget dan Uyut Istri mulai membuka kawasan Cikondang menjadi suatu pemukiman atau kapan ia datang ke daerah tersebut? Tidak ada bukti konkrit yang menerangkan kejadian itu baik tertulis maupun lisan.

Menurut perkiraan seorang tokoh masyarakat, Bumi Adat diperkirakan telah berusia 200 tahun. Jadi, diperkirakan Uyut Pameget dan Uyut Istri mendirikan pemukiman di kampung Okondang kurang lebih pada awal abad ke-XIX atau sekitar tahun 1800.

Pada awalnya bangunan di Kampung Adat Cikondang ini merupakan pemukiman dengan pola arsitektur tradisional seperti yang digunakan pada bangunan Bumi Adat. Konon tahun 1940-an terdapat kurang lebih enam puluh rumah. Sekitar tahun 1942 terjadi kebakaran besar yang menghanguskan semua rumah kecuali Bumi Adat. Tidak diketahui apa yang menjadi penyebab kebakaran itu. Namun ada dugaan bahwa kampung Cikondang dulunya dijadikan persembunyian atau markas para pejuang yang berusaha membebaskan diri dari cengkeraman Belanda. Kemungkinan tempat itu diketahui Belanda dan dibumi hanguskan.

Selain itu, Kampung Adat Cikondang juga memendam kekayaan alam yang luar biasa indahnya. Diantaranya adalah enam curug (air terjun) yang tersebar di beberapa tempat. Sebut saja Curug Cimalaninda, Curug Cipadarinda, Curug Ciruntah, Curug Cisangiang, Curug Cikakapa, dan Curug Ceret. Namun, untuk mencapai salah satu curug tersebut harus melalui usaha yang keras, sebab medannya cukup berat.

Kampung Adat Cikondang terletak dalam wilayah Desa Lamajang, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung. Kampung ini berbatasan langsung dengan Desa Cikalong dan Desa Cipinang (Kecamatan Cimaung) di sebelah utara, lalu dengan Desa Pulosari di sebelah selatan, dengan desa Tribakti Mulya di sebelah Timur. Sedangkan di sebelah barat berbatasan dengan desa Sukamaju. Dari kota kecamatan Pangalengan, Kampung Cikondang hanya berjarak 11 Km, sedangkan dari Kota Bandung berjarak 38 Km.

Leave a Reply

*